Platform komprehensif untuk monitoring UV Index dan rekomendasi perlindungan berdasarkan lokasi Anda.
OpenWeatherMap + BMKG
Konsep Kalkulus
Coverage Indonesia
Berdasarkan tingkat risikonya, UV Index diklasifikasikan menjadi lima kategori: rendah (0–2), sedang (3–5), tinggi (6–7), sangat tinggi (8–10), dan ekstrem (≥11).
Pengelompokan ini mengacu pada pedoman internasional yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO), World Meteorological Organization (WMO), United Nations Environment Programme (UNEP), dan International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP), serta diadopsi oleh berbagai lembaga meteorologi nasional seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Indonesia dan Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat. Skala UV Index mengukur intensitas radiasi ultraviolet (UVA dan UVB) yang mencapai permukaan bumi dan tingkat risikonya terhadap kulit serta mata manusia.
Alat spektroradiometer mengukur intensitas radiasi UV di berbagai panjang gelombang (290-400 nm)
Disesuaikan dengan: ketinggian, awan, ozon, musim, dan waktu hari
Ditampilkan dalam skala 0-15+ sesuai standar World Health Organization
| Waktu | UV Index | Laju Perubahan | Suhu | Kelembapan | Level | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Tidak ada data riwayat. Ambil data UV terlebih dahulu. |
||||||
UV-B mempengaruhi fotosintesis, morfologi, dan produksi metabolit sekunder
Penetrasi UV mempengaruhi fitoplankton dan rantai makanan akuatik
UV mempercepat degradasi plastik, cat, dan material konstruksi
UV berperan dalam pembentukan ozon troposfer dan smog fotokimia
Protokol Montreal 1987 berhasil mengurangi kerusakan ozon
Protokol Montreal adalah perjanjian internasional yang ditandatangani pada tahun 1987 untuk menghentikan produksi dan impor zat-zat perusak ozon (ODS) seperti Chlorofluorocarbons (CFCs) dan Halons.
Tujuan utamanya adalah melindungi lapisan ozon stratosfer bumi yang menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet (UV) B. Keberhasilan protokol ini dianggap sebagai salah satu contoh kerjasama lingkungan global yang paling sukses.
Berkat upaya global melalui protokol ini, para ilmuwan memproyeksikan bahwa lapisan ozon akan pulih sepenuhnya ke tingkat tahun 1980-an pada sekitar pertengahan abad ini (2050-2065), meskipun pemulihan di beberapa wilayah kutub mungkin memakan waktu lebih lama.
Paparan 15-30 menit sinar matahari (tanpa sunscreen) dapat menghasilkan 10,000-25,000 IU vitamin D
Sintesis vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium
Meningkatkan serotonin dan mengurangi depresi
Meningkatkan sel T dan respons imun
Menurunkan tekanan darah dan risiko jantung
Mengatur ritme sirkadian dan melatonin
Mengobati psoriasis, eksim, dan jerawat
Melanoma, karsinoma sel basal dan skuamosa
Katarak, pterygium, degenerasi makula
Keriput, bintik hitam, elastisitas kulit berkurang
Dehidrasi, kelelahan panas, stroke panas
Reaksi dengan obat tertentu
Pemanasan global, perubahan iklim
Menyiapkan rekomendasi...
SPF 30+, broad spectrum, water resistant. Oleskan 30 menit sebelum keluar dan ulang setiap 2 jam
Baju lengan panjang, celana panjang, topi bertepi lebar (7-10 cm), kacamata hitam UV400
Hindari matahari 10:00-14:00. Cari tempat teduh, gunakan payung atau kanopi
Pantau UV Index harian, perhatikan kulit setiap bulan, periksa ke dokter kulit tahunan
Tren UV Indonesia (2018-2025): Meningkat 2-4% per tahun (20-40% per dekade) akibat perubahan iklim dan penipisan ozon.